Membaca Kode pada Obat
Ketika anda
membeli obat, biasanya anda membaca fungsi obat, dosis ataupun indikasinya. Namun
ada kode yang sebaiknya anda tahu terkait obat tersebut, yaitu nomor registrasi
obat.
Berikut adalah
pengkodean obat yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat J
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 (blok warna hanyalah ilustrasi gambar)
Misalkan : No. Reg. DBL 8630402711B1
Kotak 1: Membedakan
nama obat jadi
·
D: Menunjukkan nama dagang.
·
G: Menunjukkan nama generik.
Kotak 2 : Menunjukkan
golongan obat:
·
N: Obat narkotik
·
P: Obat psikotropika
·
K: Obat keras
·
T: Obat bebas terbatas
·
B: Obat bebas
·
H: Obat hewan
Kotak 3 : Membedakan
Jenis Produksi :
·
I: Obat jadi impor
·
E: Obat jadi untuk ekspor
·
L: Obat jadi lokal
·
X: Obat jadi untuk keperluan khusus.
Kotak 4 dan 5 : Membedakan
Periode Pendaftaran Obat jadi yang Telah Disetujui (pendaftaran berlaku setiap 2 tahun sekali) :
·
Misalnya 72, artinya : pada periode 72 -
74
·
Misalnya 80, artinya : pada periode 80 -
82, dll.
Kotak 6, 7 dan 8; Menunjukkan
Nomor Urut Pabrik.
Kotak 9, 10 dan 11: Menunjukkan Nomor Urut Obat yang jadi Disetujui untuk Masing-masing Pabrik.
Kotak 12 dan 13 : Menunjukkan
Bentuk Sediaan Obat Jadi.
Kotak 14 : Menunjukkan
Kekuatan Sediaan Obat jadi:
·
A : Menunjukkan kekuatan ssediaan obat
jadi yang pertama disetujui.
·
B : Menunjukkan kekuatan sediaan obat jadi
yang kedua yang disetujui.
·
C : Menunjukkan kekuatan sediaan obat jadi
yang ketiga disetujui, dst.
Kotak 15 : Menunjukkan
Kemasan Berbeda Untuk Tiap Nama, Kekuatan dan bentuk Sediaan Obat jadi, tidak lebih dari
10 kemasan:
·
1 : Menunjukkan kemasan utama.
·
2 : Menunjukkan beda kemasan yang pertama.
·
3 : Menunjukkan beda kemasan yang kedua.
·
4 : Menunjukkan beda kemasan yang ketiga,
dst.
Komentar
Posting Komentar